Perkembangan
dunia usaha dewasa ini sangat pesat sehingga persainganpun demikian ketatnya.
Disamping itu perkembangan ilmu dan teknologi terutama dibidang komputer dan
bidang komunikasi sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan atau
organisasi (Kurniawan,1998: 3). Dengan demikian setiap perusahaan atau
organisasi dituntut untuk mampu bertahan hidup dalam menghadapi persaingan pada
era globalisasi perdagangan internasional tersebut.
Banyaknya
data maupun informasi yang harus diolah tidak memungkinkan dilakukan dengan
menggunakan cara-cara manual. Maka diperlukan suatu alat Bantu yang memiliki
tingkat kecepatan perhitungan dan penyampaian data yang tinggi. Alat Bantu
tersebut merupakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
Dalam
penanganan sistem informasi ini, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah
menilai biaya yang dikeluarkan. Jika hal tersebut dikerjakan dengan tangan
(secara manual), tentu akan memakan waktu, biaya dan tenaga. Untuk menghindari
hal tersebut, akan lebih baik jika digunakan sistem komputerisasi.
Di
jaman modern saat ini, kesehatan ibu dan anak sangat penting guna menurunkan
angka kematian ibu dan anak. Dalam usaha menjaga kesehatan ibu dan anak, ibu
harus menjalankan beberapa proses perawatan baik itu sesudah maupun saat
kehamilan. Demi meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak maka setiap wanita/ibu
yang hamil wajib memeriksakan dirinya ke rumah sakit, puskesmas, klinik
bersalin, rumah bersalin bahkan ke BPS
(Bidan Praktek Swasta). Biasanya warga di daerah pedesaan lebih sering
memanfaatkan jasa BPS (Bidan Praktek Swasta) selain dikarenakan karena faktor
ekonomi maupun karena warga desa bisa merasakan seperti berada di rumah
sendiri, karena sebagian besar BPS sangat berbeda bentuknya dibandingkan dengan
puskesmas maupun rumah sakit.
Bidan
Praktek Swasta (BPS) adalah salah satu bentuk usaha bidan dalam mendirikan
praktek pribadi dirumah. BPS bisa di katakan berkembang karena bisa melayani
banyak pasien setiap bulannya, baik itu pasien yang konsultasi masalah
kehamilan, memeriksakan kandungan, calon KB, melahirkan, atau imunisasi. Hal itu disebabkan karena
kepercayaan pasien terhadap BPS (Bidan Praktek Swasta) ini. Dampak dari
banyaknya jumlah pasien tersebut, dalam melakukan pencatatan data pasien menimbulkan
kesulitan dalam pencatatan, karena dalam melakukan pencatatan masih dengan cara
yang manual dan juga mengakibatkan bidan harus bertanya ulang terhadap histori
pasien waktu melakukan kunjungan dulu dan mengakibatkan pasien yang diperiksa
menjadi lama dan antrian juga semakin panjang. Selain itu bidan selalu
kesulitan dalam mengetahui keuntungan yang didapatkan dalam sebulan karena
pembuatan laporannya masih manual dan membutuhkan proses yang lama.
Maka
solusi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut adalah perlu
dibuatkannya sistem informasi manajemen Bidan Praktek Swasta (BPS). Sehingga
dari penjelasan diatas akan dijelaskan secara lengkap mengenai “Sistem
Informasi Manajemen Bidan Praktek Swasta”.
No comments:
Post a Comment