Wednesday, October 3, 2012

Sistem Informasi Manajemen BPS



Perkembangan dunia usaha dewasa ini sangat pesat sehingga persainganpun demikian ketatnya. Disamping itu perkembangan ilmu dan teknologi terutama dibidang komputer dan bidang komunikasi sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan atau organisasi (Kurniawan,1998: 3). Dengan demikian setiap perusahaan atau organisasi dituntut untuk mampu bertahan hidup dalam menghadapi persaingan pada era globalisasi perdagangan internasional tersebut.
Banyaknya data maupun informasi yang harus diolah tidak memungkinkan dilakukan dengan menggunakan cara-cara manual. Maka diperlukan suatu alat Bantu yang memiliki tingkat kecepatan perhitungan dan penyampaian data yang tinggi. Alat Bantu tersebut merupakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
Dalam penanganan sistem informasi ini, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah menilai biaya yang dikeluarkan. Jika hal tersebut dikerjakan dengan tangan (secara manual), tentu akan memakan waktu, biaya dan tenaga. Untuk menghindari hal tersebut, akan lebih baik jika digunakan sistem komputerisasi.
Di jaman modern saat ini, kesehatan ibu dan anak sangat penting guna menurunkan angka kematian ibu dan anak. Dalam usaha menjaga kesehatan ibu dan anak, ibu harus menjalankan beberapa proses perawatan baik itu sesudah maupun saat kehamilan. Demi meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak maka setiap wanita/ibu yang hamil wajib memeriksakan dirinya ke rumah sakit, puskesmas, klinik bersalin,  rumah bersalin bahkan ke BPS (Bidan Praktek Swasta). Biasanya warga di daerah pedesaan lebih sering memanfaatkan jasa BPS (Bidan Praktek Swasta) selain dikarenakan karena faktor ekonomi maupun karena warga desa bisa merasakan seperti berada di rumah sendiri, karena sebagian besar BPS sangat berbeda bentuknya dibandingkan dengan puskesmas maupun rumah sakit.
Bidan Praktek Swasta (BPS) adalah salah satu bentuk usaha bidan dalam mendirikan praktek pribadi dirumah. BPS bisa di katakan berkembang karena bisa melayani banyak pasien setiap bulannya, baik itu pasien yang konsultasi masalah kehamilan, memeriksakan kandungan, calon KB, melahirkan,  atau imunisasi. Hal itu disebabkan karena kepercayaan pasien terhadap BPS (Bidan Praktek Swasta) ini. Dampak dari banyaknya jumlah pasien tersebut, dalam melakukan pencatatan data pasien menimbulkan kesulitan dalam pencatatan, karena dalam melakukan pencatatan masih dengan cara yang manual dan juga mengakibatkan bidan harus bertanya ulang terhadap histori pasien waktu melakukan kunjungan dulu dan mengakibatkan pasien yang diperiksa menjadi lama dan antrian juga semakin panjang. Selain itu bidan selalu kesulitan dalam mengetahui keuntungan yang didapatkan dalam sebulan karena pembuatan laporannya masih manual dan membutuhkan proses yang lama.
Maka solusi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut adalah perlu dibuatkannya sistem informasi manajemen Bidan Praktek Swasta (BPS). Sehingga dari penjelasan diatas akan dijelaskan secara lengkap mengenai “Sistem Informasi Manajemen Bidan Praktek Swasta”.

No comments:

Post a Comment